Thursday, January 09, 2003



Tulisan ini sudah pernah diposting sebelumnya di sitenya Stella maupun Obien. Ditampilkan lagi nggak cuma karena tidak sempat nulis, tapi lebih karena saya memang suka sekali membacanya (hampir setiap hari). Saya ingin membaginya kepada anda semua. Baik yang sudah punya anak, hampir punya anak, baru mau bikin anak, belum punya anak, baru mau kawin, takut punya anak, cinta anak-anak (buka pedophilia yee), masih anak-anak, ataupun yang takut sama anak-anak (ada nggak ya...). Ini juga didedikasikan ke ibu ini, yang sampai sekarang belum berhasil juga masuk ke sitenya Stella...he..he.... Bu, ini ada beberapa fotonya Stella (btw, hasil scannya kurang baik, nanti minta tolong neenoy lagi).
Ayoayoayoayoayoayoayoayoayo semuaaa, beranakpinaklah....

Hal-hal yang menakjubkan pada BAYI

  1. Mengendong bayi membuat anda merasa besar, kuat, penting, bertanggungjawab, dan benar benar merasa dibutuhkan.

  2. Setiap bayi memiliki mujizat tersendiri.

  3. Seorang bayi melihat dunia melalui mata kita, supaya kita dapat menemukan kembali keindahan yang dianggap biasa.

  4. Bayi terkenal karena kesabarannya. Mereka akan menunggu dan menunggu dan menunggu sampai akhirnya kita tertidur sebelum dia mulai menangis lagi.

  5. Ketika bayi tidak mau berhenti menangis, ingatlah bagaimana senangnya kita mendengar suara tangisnya pertama kali.

  6. Beberapa lembar rambut halus di kepala bayi bisa menciptakan keinginan yang tidak tertahankan untuk menghiasinya seperti mengikat pita di sana.

  7. Amati saat bayi tidur pada malam hari dan kita akan lupa betapa letihnya kita.

  8. Suara tawa bayi adalah obat manjur untuk stress dan suara sendawanya memberikan kepuasan tertinggi.

  9. Senyuman seorang bayi bisa membuat kita lupa segala rencana kita dan ketika ingat rencana tersebut rasanya sudah tidak penting lagi.

  10. Dikenali seorang bayi bisa terasa lebih hebat dan membanggakan daripada dikenal di seluruh kota bahkan mungkin dunia.

  11. Memandikan bayi pertama kali adalah salah satu hal paling berani yang pernah kita lakukan.

  12. Anda akan belajar bahasa baru dengan bayi baru. Apakah anda pernah mengira bahwa ciluk-ba bisa menjadi permainan yang begitu hebat?

  13. Memasang popok bayi adalah latihan Geometri yang sangat logis.

  14. Jangan mengabaikan bakat olahraga bayi anda - melempar makanan melintasi ruangan mungkin menunjukan ia akan menjadi calon pemain basket,memukul mainan keluar dari boksnya bisa menjadi tanda calon juara tenis,merangkak dengan kecepatan tinggi untuk mendorong jambangan kesayangan anda dari meja tamu mungkin berarti dia calon pelari lintas alam. Ini adalah beberapa hal yang perlu dipikirkan ketika kita membersihkan tumpahan dan pecahannya.

  15. Tidak ada mulut yang lebih terkatup rapat dari pada mulut bayi ketika kita mencoba memasukan makanan kedalamnya dan tidak ada yang lebih akurat daripada semburan makanan bayi pada kita.

  16. Kata pertama dari mulut bayi tidak selalu "Pa Pa" atau "Ma Ma"
    Jangan merasa tersingung kalau itu "Guk guk" atau "Pus Pus".

  17. Seorang bayi bisa membuat Ibu anda mengira bisa mengurusnya lebih baik daripada anda sendiri dan mereka dengan senang hati bersedia dititipi.

  18. Seorang bayi akan membuat ayah anda lupa bahasa aslinya.

  19. Seorang bayi akan membuat kita memandang diri kita terus menerus secara serius.

  20. Bayi sangat pemaaf, mereka senang mendengar kita menyanyi walaupun suara kita sumbang dan mereka akan tertawa mendengar lelucon kita, tidak perduli berapa kali kita mengulanginya.

  21. Bayi tidak memerlukan kita menjadi sempurna, mereka hanya perlu kita ada.

  22. Bayi bisa membuat anda merindukan waktu untuk diri sendiri, sampai akhirnya waktu itu ada dan anda segera menginginkan bayi anda lagi.

  23. Bayi senang pergi ke restaurant tapi mereka tidak ingin makan, mereka lebih suka menyobek kertas tisue, memukuli kue, bermainan sedotan dan menarik perhatian semua orang.

  24. Seorang bayi bisa menjadi sangat pemarah. coba saja melepaskan kue dari mulutnya supaya kita bisa memotretnya.

  25. Bayi dibungkus dengan semua harapan dan impian kita tapi kita harus melonggarkan bungkusan itu agar mereka punya tempat untuk tumbuh.

  26. Apapun yang cocok untuk bayi teman anda tidak akan cocok untuk bayi anda. Tapi setiap bayi sama saja dengan bayi lain mereka tumbuh, merangkak, berjalan dan berbicara pada waktunya sendiri.

  27. Tatapan seorang bayi mengingatkan kita bahwa kita punya jiwa dan bayi itu telah menemukannya.

  28. Setiap bayi adalah tantangan, tapi bayi anda akan mengeluarkan kemampuan terbaik anda.

  29. Seorang bayi akan membuat anda tidak pernah sama. Anda akan selalu mengutamakan bayi anda di atas siapapun, anda akan mengambil lebih sedikit untuk diri sendiri dan memberi lebih banyak pada bayi anda dan anda akan mencoba menjadi orang yang lebih baik untuk memberi contoh baginya.

  30. Ketika seorang bayi memasuki kehidupan kita, tiba-tiba anda bisa mengerti dan tahu apa yang telah diberikan orang tua anda dahulu.


Update 18 January, 2003:
Tulisan di atas juga ditujukan untuk bapak ini yang teoritis sudah tahu cara bikin anak (maafmaafmaaf mas Er, makanya cepetan nyebar undangan....grin). Sementara ibu ini, ternyata bukannya takut punya anak, tapi sedang siap-siap lahir batin untuk anugerah besar ini. Sama persis seperti ibu ini, ternyata sedang menyiapkan mental untuk itu.
Siwak

Mid Desember sampai awal January adalah awal dari periode 'sibuk banget'nya saya. Saatnya untuk siap-siap back to school season-nya Canada, region yang jadi tanggung jawab saya. And this is just a beginning, karena 6-8 bulan kedepan, volume kerjaan tidak akan turun. Maka saya mulai panik, ketika beberapa teman complain soal seretnya postingan akhir-akhir ini. Sepertinya, keinginan untuk posting minimal seminggu sekali bakal susah terwujud. Makanya, saya takjub banget dengan bapak ini, yang di tengah kesibukan kantor dan keluarga masih sempat posting yang buaannyak dan puanjang. But eniwei, thanks banget atas semua perhatian teman-teman, luv u all. Plis, jangan coret gue dulu dari dunia perbloggeran.... :-)

To tell the truth, saya merasakan kejenuhan yang amat sangat, saat membayangkan pekerjaan yang bakal datang. Karena 'hidangan' di meja kerja saya adalah aktivitas rutin, berulang facing the same problem, and can be solved with same procedure as well. Saya kangen dengan masa lalu, pada type kerjaan yang sama seperti ibu ini. Based on project, sehingga dipastikan selalu ada tantangan baru. Tiap project tak pernah sama, tidak pernah menghadirkan masalah yang sama. Benar-benar menggairahkan...!!

Dan saat rasa bosan kerja itu mulai muncul, mendekati overlimit, tiba-tiba saya dipertemukan lagi dengan Siwak. Siwak ini, adalah inang pengasuh saat saya masih imut dulu. Tugas pengasuh ini dijalani bertahun-tahun, sampai adik terkecil lahir. Kemudian, ia kembali ke Yogya, dan meneruskan profesinya, merawat kakek buyut. Dan setelah mbah buyut wafat, dia meneruskan karirnya jadi 'pengasuh' nenek saya sampai sekarang. Contoh kesetiaan pada pekerjaan dan profesi? Tunggu dulu, ini belum selesai. Karena dari cerita orang-orang, leluhur Siwak ini, sudah puluhan tahun 'membantu' para leluhur saya dalam jabatan dan pekerjaannya masing-masing. Ayahanda Siwak, adalah rekan dan pembantu kakek saya yang jadi kepala desa, sampai meninggalnya kakek dalam Clash II. Kakeknya, juga jadi asisten kakek buyut saya sebagai carik di masa Hamengku Buwono VII. Kalau dipikir-pikir, ini benar-benar satu model pengabdian yang untuk ukuran jaman sekarang tidak masuk akal. Saya tidak tahu, bagaimana mereka mengelola emosinya dalam jangka waktu yang laammaaaa sekali. Ketika sebagian besar dari kita 'harus' terus berubah untuk 'maju', Siwak (dan keluarganya) bisa tetap setia (dan sabar) pada profesi yang deskripsinya 'to assist (only)', yang dalam struktur organisasi modern 'is not a decision maker yet'. Dan amazing-nya, it has been done and dedicated to one family only. Mirip cerita-cerita di negeri kastil sana itu ya.

Mungkin hanya satu cara mudah untuk menjelaskan kerendahan hati model Siwak dan keluarganya ini. Seperti yang dikutib dari Khalil Gibran oleh kelompok musik Kla Project, bekerja dengan cinta. Penjelasannya, saya tidak tahu (oops). Tapi ini kutibannya:

KERJA
adalah cinta yang mengejawantah
dan jika kau tiada mampu
bekerja dengan cinta
melainkan hanya enggan
maka lebih baik
jika kau mengambil tempat
di gapura candi
dan meminta sedekah
dari orang-orang yang lewat
dan bekerja
dengan CINTA....


Kutiban yang bagus ya. BTW, kok saya tetap merasa jenuh ya.... :-)
/* ========google analytics===== =============================*/